Jumat 01 Nov 2013
(Mumugu Batas Batu | Asmat | Papua) Hari ini begitu cerah. Saya,
Pulunk, Ansel, bersama beberapa
murid ke seberang sungai, kita membuat bivak, seharian belajar dan bermain di situ. Pulunk lagi masak dengan tungku seadanya,
sementara saya dan beberapa murid membuat bivak dari ranting pohon beratapkan daun woka. Murid yang lain
sedang berburu, mencari lauk.
Tiba-tiba
suara teriakan terdengar di pinggir sungai,”Pak
guru, sini di sungai,” Teriak
Adam salah satu murid di kelompok saya. Saya kemudian berlari ke sungai,
sontak-terkejut melihat Adam sedang bermain duduk di atas punggung buaya ”Kuri
mari sini, naik ke punggung buaya,
kita main di sungai,” ajak Adam.
Ting,,
ting.. ting… bel berbunyi keras di depan Pustu, ”buset.!!”Teriakku, ternyata
saya bermimpi. Saya bergegas mencuci muka dari air hujan. Setelah
itu kedepan Pustu melihat murid-murid yang datang, mereka biasa membangunkan
kita kalau kita telat bangun.Ternyata semua murid laki-laki yang datang. Mereka mengajak saya untuk main bola.”Kuri, dafanem (
Guru, cepat) mari Suda kita main bola” kata David Menja. Kita pun bergegas ke
lapangan pinggir sungai. Bermain
bola kaki tanpa alas kaki.
Dalam perjalanan menuju lapangan, salah satu murid, Tadius tiba-tiba
bertanya ”Pak guru, kalau kita main bola
nanti kita jadi pemain bola seperti yang di televisi itu, main di lapangan luas
baru banyak orang nonton?”Saya
kaget. Para murid ini ternyata suka nonton pertandingan bola kaki di televisi,
di kiosnya pak Herman.
Saya
kemudian tidak kehabisan ide bagaimana mengaitkan olahraga dan baca-tulis
mereka selama di sini
”Kita main bola,
olahraga tidak selalu harus menjadi pemain bola kaki seperti di televisi, kita
berolahraga untuk menyehatkan badan. Jika badan kita sehat, otak kita ikut
sehat, jika sehat, kita akan cepat tahu membaca dan tahu banyak hal,”
kataku polos.
”Oke, Kuri kalau begitu
kita main bola sampai sore supaya kita cepat pintar,”
kata Tadius dengan semangat. Ahhh,
akhirnya saya terjebak juga.”Mampuslah
saya kalau main bola dari pagi sampai sore.”







0 komentar:
Posting Komentar